Bagian-Bagian Harddisk- Disk Platter

Disk platter merupakan bagian / komponen dari harddisk yang paling utama, karena disk platter merupakan bagian dari harddisk yang mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan data. Tiap drive harddisk memiliki satu atau lebih disk platter, dimana masing-masing sisi platter memiliki write and read head. Ukuran platter ada bermacam-macam yaitu:
- Untuk PC desktop biasanya berukuran 3 ½ inchi
- Untuk note book berukuran 2 ½ inchi.
- 8 inchi
- 14 inchi
Disk platter terbuat dari suatu media magnetic. Media magnetic yang dipakai pada platter ada 2, yaitu: Media Oksida, merupakan media magnetic yang terdiri dari berbagai macam bahan, yang berisikan oksida baja sebagai bahan aktifnya. Media thin film, merupakan jenis disk platter dimana media ini lebih tipis dan lebih sempurna daripada media oksida. Jadi sekarang sebagian besar hard disk menggunakan media magnetic ‘media thin film’ daripada media oksida. Karena dirasa media thin film lebih praktis (tipis) daripada media oksida dan juga memiliki kwalitas yang lebih baik.
- 2. Read and Write Head

Hard disk memiliki 1 head write and read untuk masing-masing permukaan platter. Read and write head merupakan komponen dari hard disk yang berfungsi sebagai alat penulisan dan pembacaan data pada platter.
Head ini terhubung pada satu mekanisme penggerak. Masing-masing head terletak pada lengan actuator untuk menekan head supaya dapat mengenai platter. Bila anda membuka drive dengan hati-hati dan memindahkan head dengan jari anda, maka head akan kembali dengan cepat ke platter saat dilepaskan, begiti juga jika kita head ke bawah (head yang berada di bawah platter). Saat drive istirahat, head akan dipaksa untuk mengenai platter dengan suatu tekanan, namun pada saat drive memutar dengan kecepatan penuh, maka tekanan udara akan membentuk lapisan tipis yang akan membuat head bergerak ke permukaan platter.
Yang lebih penting daripada head adalah sistem mekanik yang menggerakan, sistem ini disebut ‘head’ actuator. Mekanisme ini menggerakkan head di atas disk dan memposisikannya secara tepat di atas silinder yang diinginkan. Ada 2 kategori dasar mekanisme actuator, yaitu:
a. Stepper Motor Aktuator
Merupakan motor elektrik yang dapat melangkah atau bergerak dari suatu posisi satu ke posisi lain. Stepper motor actuator ini bergerak step by step. Atau kalau kita memegang pemutar dari motor ini, dan memutarkannya di tangan kita , maka akan terdengan bunyi ‘klik ’ saat melalui posisi tertentu. Jadi tiap kali pindah posisi untuk mencari suatu file, maka pada saat tertentu akan teerdengar bunyi ‘klik’.
b. Voice Coil Actuator
Voice Coil Actuator digunakan pada harddisk saat ini, dengan menggunakan sinyal feed back dari drive ke posisi head tertentu dan menyesuaikannya. Penggunaan actuator ini memberikan kinerja dan kehandalan yang besar daripada stepper motor actuator. Karena stepper motor lebih berkemungkinan besar melukai platter.
Jika terjadi pemutusan power secara tiba-tiba, maka pada stepper motor actuator head akan langsung berhenti (pada tempat data yang sebelumnya dibaca), sehingga hal ini akan mengakibatkan tergoresnya platter. Akibatnya harddisk akan cepat rusak. Sedangkan pada Voice Coil Actuator, jika terjadi pemutusan hubungan dengan power secara tiba-tiba maka, head akan otomatis kembali ke posisi awalnya (berada pada tengah-tengah platter).
4. Spindle Motor
Spindle motor adalah komponen dari harddisk yang bertugas memutar platter, hal ini perlu dilakukan dalam proses pembacaan dan penulisan data. Spindle motor pada harddisk selalu terhubung langsung. Tidak ada komponen lain yang terhubung. Motor ini harus bebas dari suara dan getaran apapun, sehingga dapat memutar platter dengan baik / tanpa gangguan.
5. Logic Board

Logic board merupakan alat yang mengontrol kinerja dari harddisk. Semua harddisk memiliki satu atau lebih logic board. Logic board berisi alat-alat elektronik yang mengontrol spindle dan sistem actuator dan menyajikan data ke kontroler. Pada IDE board ini memuat juga kontrolernya. Sedangkan pada SCASI memuat kontroler dan circuit adapter.
6. Kabel dan Konektor
Harddisk memiliki beberapa konector yang terhubung ke computer , untuk menerima daya (power) dan kadang-kadang ke sistem chasis kebanyakan drive memiliki paling tidak 3 konector. Adapun 3 konector itu adalah:
- Interface konector
Merupakan konector yang menghubungkan hard disk/ menyalurkan data yang dimiliki hard disk ke motherboard.
- Power Konector
Merupakan konector yang berhubungan dengan catu daya.
- Option Konector
Adalah konector yang digunakan untuk penentuan spesifikasi dari harddisk. Dari 3 konector tersebut, interface konector adalah yang paling penting. Karena berfungsi membawa data dan sinyal perintah dari sistem drive.
7. Komponen Konfigurasi
Untuk membangun atau melengkapi harddisk dalam suatu instalasi sistem, kita juga memerlukan jumper. Komponen (jumper) ini bervariasi diantara banyak drive.
8. Konektor pada Harddisk
Pada komponen-komponen harddisk juga terdapat SCSI Interface Connector (konektor kabel data) yang dihubungkan ke kabel data dan memiliki fungsi untuk mentransfer data dari motherboard ke harddisk atau sebaliknya, untuk memberi catu daya pada harddisk dibutuhkan konektor catu daya yang dihubungkan dengan kabel catu daya pada power supply.
Semua komponen penyimpanan magnetic; membaca dan menulis data menggunakan elektromagnetik. Prinsip dasarnya adalah sebagian bahwa aliran elektrik melalui konduktor, sebuah komponen magnetic dibentuk dari sekeliling konduktor. Komponen magnetic tersebut kemudian akan memberikan pengaruh pada bahan magnetic di komponen tersebut. Penyimpanan magnetic sebenarnya adalah media analog yaitu data yang tersimpan berbentuk informasi digital 0 dan 1.
Ketika kita hendak mengambil data pada hardisk, motor akan memutarkan spindle sehingga platter pun akan turut berputar. Head actuator arm akan bergerak dengan sendirinya ke posisi yang tepat diatas platter dimana data disimpan. Head kemudian akan mendeteksi magnetik bits (membaca data) yang terdapat pada platter tersebut dan mengubahnya menjadi data yang sesuai yang dapat digunakan oleh komputer.
cara kerja harddisk
2. pada saat diaktifkan piringan harddisk berputar di spindel. Perputaran yang standar ialah 5200rpm-10000rpm,sedangkan yang khusus 7200-1500rpm.
3. pada saaat berputar sangat cepat head mengembang pada piringan harddisk sedangkan head bergerak ke kiri ke kanan
4. pada saat mengembang itu baru head melakukan pembacaan dan menulis
5. motor spindel berputar berlawanan dengan arah jarum jam
6. karna perputaran sangat cepat akan mengakibatkan gaya permukaan sehingga head mengambang pada pletter
7. pada saat komputer/ harddisk dimatikan membuat head berhenti pada tempat tertentu,disebut landing zone
Sektor-sektor dalam sebuah hard disk ini tidak dikelompokkan secara mandiri tetapi dikelompokkan lagi dalam sebuah gugusan yang lebih besar yang disebut cluster. Apa fungsi peng-cluster-an ini? Tak lain adalah untuk membuat mekanisme penulisan dan penyimpanan data menjadi lebih sederhana, lebih efisien, tidak berisiko salah, dan dengan demikian memperpanjang umur hard disk.
Sekarang kita ambil contoh ketika kita tengah menjalankan sebuah program spreadsheet pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam program spreadsheet, di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara individual. Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam sektor-sektor berukuran 512 byte jelas akan memakan waktu dan menjadi tidak efisien.
Sekarang kita ambil contoh ketika kita tengah menjalankan sebuah program spreadsheet pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam program spreadsheet, di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara individual. Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam sektor-sektor berukuran 512 byte jelas akan memakan waktu dan menjadi tidak efisien.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar